BUMDes HARUS BISA MENJADI SUMBER MATA PENCAHARIAN PENGURUSNYA

Selasa, 6 Agustus 2019, di Pendopo Desa Kemudo Kecamatan Prambanan , Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menyelenggarakan kegiatan Workshop BUMDes 2019. Workshop diikuti oleh Kepala Desa, Direktur BUMDesa dari 114 desa yang mempunyai BUMDesa dengan kategori Dasar, dan Pengurus Forum Komunikasi BUM Desa Kabupaten Klaten, serta TA P3MD.  Workshop ini diadakan dengan tujuan untuk

  1. Menyatukan persepsi dan pandangan tentang konsep fungsi BUM Desa;
  2. Lebih mengetahui potensi desa yang bisa dikembangkan.
  3. Memantapkan semangat memajukan BUM Desa sebagai payung kegiatan ekonomi dan pelayanan di desa;
  4. Menciptakan kesamaan visi dalam mendorong terciptanya Desa yang kuat, maju, dan mandiri melalui BUM Desa
dr. Ronny Roekminto M.kes , saat memberikan materi workshop BUMDes 2019 di Pendopo Desa Kemudo, Prambanan, Klaten

Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra dr. Ronny Roekminto M.kes menegaskan, dalam Perda No 1 Tahun 2018 tentang Pendirian dan Pengelolaan BUMDesa, bahwa dalam kepengurusan BUMDesa tidak boleh ada dari unsur Perangkat Desa dan BPD. Dalam kesempatan itu juga Asisten Pemerintahan dan Kesra menyampaikan kalau BUMDesa harusnya bisa sebagai mata pencaharian pengurusnya, jadi untuk penggajian harusnya sepadan dengan kerjanya. Jadi BUMDesa harus bisa menggali potensi desanya serta memanfaatkannya untuk usaha, termasuk untuk kerjasama dengan desa/BUMDesa yang lain.

Dalam workshop ini ada beberapa materi yang disampaikan, antara lain

  1. Strategi Mendorong Pembentukan Dan Pengelolaan BUMDesa (Asisten Pemerintahan dan Kesra);
  2. Pemetaan Usaha BUMDesa (Kepala Dispermasdes);
  3. Konsep fungsi BUM Desa Serta Tugas Dan Tanggungjawab Kepala Desa dan Pelaksana Operasional BUM Desa. (BBLM Yogyakarta)
  4. Best Practice Penggalian Potensi Desa dan Sinergitas Pemerintah Desa dengan BUMDesa (Kepala Desa Gununggajah Kecamatan Bayat).

Peserta workshop sangat antusias dalam mengikuti workshop. Selain muncul beberapa pertanyaan tentang pengelolaan BUMDesa, ada beberapa masukan antara lain agar Pemerintah Daerah mensupport BUMDesa dengan menggunakan produk BUMDesa dalam kegiatan-kegiatannya, meminta dimunculkan regulasi untuk membantu perkembangan BUMDesa, misalnya agar dibuka kesempatan agar BUMDesa bisa melakukan usaha pembayaran PBB, serta pelatihan2 untuk pengembangan ekonomi rakyat.

“Bilah Pedang” Prajurit Berhasil Ciptakan Jalur Evakuasi Erupsi Merapi Baru

“Bilah Pedang” Prajurit Berhasil Ciptakan Jalur Evakuasi Erupsi Merapi BaruKlaten – Pangang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Nandang Nuryanto kini akhirnya benar-benar terwujud. Harapan ingin membangun jalan di desanya yang bisa mengurai jalur evakuasi jika suatu saat terjadi erupsi Gunung Merapi akhirnya kini terwujud. Menyusul TNI Kodim 0723/Klaten memutuskan Desa Panggang dijadikan desa sasaran TMMD Reguler ke-96 tahun 2016. Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf. Bayu Jagat memutuskan salah satu sasaran fisik di TMMD tersebut adalah betonisasi ruas jalan yang memang sudah lama digagas pembangunannya oleh Kades Nandang bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat desa setempat.”Belajar dari peristiwa erupsi Gunung Merapi tahun 2010, dimana banyak pengungsi yang mengalami kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa saat melintas di desa Panggang, kami dengan para perangkat dan tokoh masyarakat berpikir keras bagaimana bisa membangun jalan yang bisa dijadikan jalur evakuasi baru yang ada,” ungkap Kades Panggang, Nandang Nuryanto, yang ditemui di lokasi TMMD Kodim Klaten.

Panjang lebar Kades Nandang mengurai peristiwa Erupsi Merapi tahun 2010. Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, letaknya persis di bawah lereng bagian Selatan puncak Gunung Merapi. Diperkirakan hanya berjarak delapan Km dari puncak Merapi.

TNI Kodim Klaten dinilai cukup efektif dengan membangun ruas jalan di desa Panggang yang kelak bisa menjadi jalur pemecah pengungsi jika sewaktu-waktu terjadi erupsi Gunung Merapi.”Karena keterbatasan dana desa, bayangan saya hanya melalui TMMD kami akan bisa membangun jalan itu. Dan sekarang akhirnya kesampaian,”ungkap Nandang Nuryanto.

Menurutnya, kebetulan Desa Panggang merupakan salah satu jalur evakuasi jika terjadi erupsi Merapi.Sementara selama ini jalur evakuasi yang ada hanya satu jalur dan kondisinya sudah tidak memadai.Sehingga saat erupsi Merapi tahun 2010 di jalur itu banyak terjadi kecelakaan, dan bahkan sempat menimbulkan korban jiwa.

Korban Tewas

Masih lekat diingatkan Kades Nandang, saat terjadi erupsi Merapi tahun 2010, karena hanya ada satu jalur evakuasi dan kondisinya sudah banyak titik jalan yang rusak, sehingga mengakibatkan banyak pengungsi yang kebanyakan berasal dari Balerante dan Cangkringan, Kali Tengah, Singlar, Gading, Glagaharjo, diperkirakan mencapai 4.000 orang, berdesak-desakan hingga mengalami kecelakaan. Bahkan hingga menimbulkan korban jiwa di lokasi.”Waktu itu, saya bersama relawan sempat kuwalahan untuk memberi pertolongan para pengungsi yang mengalami kecelakaan,”tambahnya.

Tercatat ada enam pengungsi yang meninggal di jalur evakuasi, karena kecelakaan akibat berdesak-desakan. Masing-masing Kuat Wido, Ny. Paiyem, Nuryantoro dan istrinya yang bernama Bur, Mirso dan Soto Gino. Sementara tidak terhitung lagi berapa orang yang mengalami kecelakaan, dan akhirnya meninggal di pengungsian sebanyak 11 orang.”Waktu itu pengungsi yang masuk Desa Panggang dari Balerante dan Cangkringan sebanyak 5.000 orang lebih, dan yang tinggal sementara di Desa sebanyak 1.800 orang. Mereka kami tempatkan di sejumlah lokasi, diataranya di Balai Desa, Kantor relawan/Rasta Fm. Termasuk ebagian besar di lapangan desa kami,” kenang Nandang.

Ucapan puji syukur, terimakasih kini mengalir dari warga Desa Panggang khususnya, dan Pemkab Klaten pada umumnya, menyusul lewat TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten, TNI bersama warga telah rampung membangun jalan beton sepanjang 1,5 Km atau tepatnya sepanjang 1.595 Meter dengan lebar tiga Meter dan ketebalannya 0,1 Meter. Dengan jalan terebut akan memecah jalur evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi erupsi Gunung Merapi.

Di setiap harinya mulai tanggal 3 April hingga 1 Juni 2016, ratusan prajurit Kodim Klaten yang tergabung dalam Satgas TMMD bersama warga setempat, gugur gunung membangun jalan sasaran tersebut. Hasilnya, diluar dugaan, ada tambahan volume, yakni panjang betoniasi jalan ditambah 150 Meter, dan dua titik gorong-gorong.

Menurut Nandang Nuryanto, pada pra TMMD, pedang prajurit dan warga melakukan pembabatan sejumlah tumbuhan semak belukar, di lokasi jalan yang akan di beton.”Karena sudah lama pembangunan jalan itu diidamkan, semangat warga begitu antusias, untuk memulai pekerjaan besar itu,” jelasnya.

Kini, jalan beton sepanjang 1,5 Km atau tepatnya sepanjang 1.595 Meter dengan lebar tiga Meter dan ketebalannya 0,1 Meter telah diresmikan seiring upacara penutupan TMMD Reguler ke -96 Kodim 0723/Klaten, Rabu (01/06/2016), yang dipimpin oleh Danrem 074 /Wrt, Kolonel Inf, Maruli Simanjuntak.

Danrem mengapresiasi, dari sejumlah sasaran proyek fisik yang dikerjakan di program TMMD Kodim Klaten. Yakni, meliputi rehab Rumah Tidak Layak Huni, Betonisasi Jalan, Jambanisasi dan rehab Masjid semuanya sudah selesai 100 persen. Dari empat sasaran tersebut yang sangat menonjol yaitu over prestasi pengerjaan dibetonisasi jalan sepanjang 180 Meter, lebar tiga Meter dan tebal delapan Cm.

Ke depan, setelah diresmikan bersamaan penutupn TMMD, Kades Nandang menyatakan, bahwa sesuai hasil rembug desa, pihaknya bersama warga masyarakat, jalan yang dibangun TNI bersama warga masyarakat itu tidak diperkenankan untuk dilewati oleh truk pengangkut galian C. Harapannya, supaya jalan awet, dan memang disepakati jalan hanya diperuntukan untuk jalur evakuasi.

Sementara itu, Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf. Bayu Jagat ketika diminta tanggapannya, mengemukakan, penentuan titik lokasi desa sasaran maupun titik kegiatan di TMMD Reguler ke-96 di wilayahnya, melalui proses panjang. Hal itu dimaksudkan agar azas manfaat TMMD benar-benar mengena dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.”Dan itulah hasilnya, karena memang kami dari jajaran Kodim Klaten ingin berbuat yang terbaik untuk rakyat,” tegasnya.

Dijelaskan Dandim Bayu Jagat, di TMMD Reguler yang dilaksanakan di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, ada sejumlah kegiatan fisik, dimana sasaran fisik utamanya adalah pembangunan jalan lingkar evakuasi baru di desa tersebut. “Penentuan itu berdasarkan usulan warga Desa Panggang, yakni membuat sudetan jalan dengan sistem rabat beton, sebagai jalan evakuasi baru. Karena usulan dari warga Panggang cukup potensial dan efektif, akhirnya proyek fisik utama di TMMD Kodim Klaten 2016, ditentukan membeton jalan sepanjang 1.595 meter, dengan lebar tiga meter dan ketebalan 0,1 meter,” jelasnya.

Selain betonisasi jalan, lanjut Bayu Jagat, sasaran fisik lain diantaranya, rehabilitasi 10 rumah tak layak huni (RTLH), pembuatan jamban sebanyak delapan unit dan lain-lain.Disamping sejumlah kegiatan non fisik lainnya.

Kami Harus Bersyukur Dibangunkan Jalan Oleh TNI Kodim Klaten

Kami Harus Bersyukur Dibangunkan Jalan Oleh TNI Kodim KlatenKlaten – Meski pelaksanaan TMMD reguler ke-96 Kodim Klaten telah usai dan ditutup dua pekan lalu, namun hingga saat ini ucapan syukur terus dilakukan oleh warga Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Saat tim Pendim Kodim Klaten silahturahmi ke Desa Panggang, Selasa (14/06/2016) dan melihat dari dekat jalan beton yang telah dibangun di kegiatan TMMD, sontak sejumlah warga Desa panggang berhamburan menghampiri. Tanpa dikomando mereka duduk di jalan yang baru saja dibangun, seraya menadahkan tangan ke atas dengan mengucapkan kalimat syukur. ‘’Syukur Alhamdulillah, karena ada TMMD, jalan di desa kami kini menjadi bagus,’’ ungkap mereka.

Mereka mengemukakan, sebelum ada TMMD, dulunya jalan yang saat ini sudah bagus karena dibeton, merupakan jalan setapak. Jika musim hujan, jalanan licin karena berlumpur sehigga cukup menyulitkan warga yang melaluinya.

Kini Kami Tidak Lagi Bergelut Dengan Jalan Berlumpur Saat Ke Sekolah

Kini Kami Tidak Lagi Bergelut Dengan Jalan Berlumpur Saat Ke SekolahKlaten – Ini ungkapan murid-murid dan guru SDN Panggang, Kecamatan Kemalang, Klaten, dengan dibangunnya jalan beton oleh TNI bersama-dama warga di kegiatan TMMD Kodim 0723/Klaten.

‘’Ya senang dan bersyukurlah. Kini kami semua kalau ke sekolah tidak lagi bergelut dengan jalan rusak dan berlumpur jika musim hujan. Sekarang jalannya sudah bagus, sehingga kalau ke sekolah lebih lancar. Tidak mengenal musim kemarau maupun musim hujan,’’ ungkap Asih, salah seorang murid kelas 5, SDN Panggang, Selasa (14/06/2016), dan diamini oleh sejumlah murid SDN Panggang lainnya.

Sebagaimana diketahui, salah satu proyek fisik di TMMD Kodim Klaten,adalah betonisasi jalan yang ada di Desa Panggang. Dengan dibangunnya jalan tersebut, selain akan memperlancar roda perekomian warga setempat, juga kelak bisa digunakan sebagai jalur evakuasi baru jika sewaktu-waktu terjadi erupsi Gunung Merapi.

Berkat TMMD Kodim Klaten, Raditya Kini Berkursi Roda

Berkat TMMD Kodim Klaten, Raditya Kini Berkursi RodaKlaten – Raditya Pratama (12),  anak pertama dari 2 bersaudara  pasangan Adi bing slamet dan Mardani, warga  RT  12/  RW  04, Dukuh Randuawar, Desa  Panggang,  Kecamatan  Kemalang, adalah salahs atu dari warga Desa, Panggang yang mendapat anugerah dari pelaskanaan TMMD Reguler ke-96 Kodim 0723/Klaten.

Yakni,  seusai upacara penutupan TMMD  Kodim Klaten,  (1/6/2016) lalu,  Raditya menerima bantuan kursi roda dari Dinas Kesehatan Kabupaten  Klaten.  Bantuan   tersebut diserahkan langsung  oleh Danrem 074/WRT,  Kolonel Inf. Marulli Simanjutak.

Saat menerima bantuan tersebut, ucapan terimakasih sempat terucap dari mulut si  kecil  Raditya sehingga  memunculkan  rasa haru dan bangga terpancar  dari wajah sang Danrem saat itu.  ‘’Betul-betul indah hari ini,’’  demikian ucap Danrem terlihat seolah   menyembunyikan semua rasa yang ada di hatinya.

Dampak-Dampak Positif Telah Terpatri Di Desa Panggang Pasca TMMD Reg 96 Kodim Klaten

Dampak-Dampak Positif Telah Terpatri Di Desa Panggang Pasca TMMD Reg 96 Kodim KlatenKlaten – Jika mengikuti dan menganalisa tahap demi tahap sejak pra -TMMD, pelaksanaan hingga penutupan TMMD Reguler ke- 96 Kodim 0723/Klaten, tampakya efek “bola salju” beraura positif telah meggenlinding di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang, Kabupate Klaten. Mulai dari tumbuhnya semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat desa setempat, juga pola hidup sehat dengan jambanisasi, kepemilikan rumah layak huni, termasuk meningkatnya tingkat kerukunan beragama.

Tanpa mengenyampingkan dari tujuan utama TMMD yang diantaranya untuk lebih meningkatkan kualitas kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat, mendorong pembangunan di sebuah pedesaan melalui kegiatan fisik maupun non fisik, ada yang patut dicermati bahwa ternyata ada penghematan yang cukup signifikan dari sebuah proyek yang dikerjakan dengan sistem pemborong dibanding dengan dikerjakan melalui TMMD. Ini tampaknya ke depan perlu dikaji lebih detail untuk menciptakan sebuah rumusan kebijakan. Seperti dipaparkan Komandan Kodim 0723/Klaten, Letkol Inf. Bayu Jagat, dari perhitungan pelaksanaan proyek fisik di Desa Panggang, ada penghematan biaya yang nilainya mencapai Rp 170 juta dibandingkan jika proyek tersebut dikerjakan oleh pemborong.

Rinciannya, dari semua proyek fisik di TMMD Kodim Klaten, bahwa sumber dananya adalah dukungan anggaran APBD Provinsi sebesar Rp 260.000.000, dan APBD Kabupaten sebesar Rp. 95.100.000, swadaya masyarakat diperhitungkan Rp 20.000.000, sehingga jumlah totalnya Rp. 375.100.000,-. Sementara itu, lanjut Dandim Bayu jagat, jika proyek tersebut dikerjakan Pemborong, rincian perhitungannya, sewa Molen Rp 200.000,- X 30 hari (Rp 6.000.000), pembayaran tukang Rp 100.000 X 30 Hari X 70 orang ( Rp 189.000.000 ), pembantu tukang Rp 80.000,-X 30 Hari X 150 orang ( Rp. 360.000.000 ) – sehingga jumlah total Rp. 546.000.000.

Dari perhitungan tersebut, maka perbandingan nilai proyek bila diborongkan akan menghabiskan biaya Rp. 546.000.000, sementara jika dikerjakan dengan Program TMMD akan menghabiskan biaya Rp 375.100.000, sehingga ada penghematan biaya sejumlah Rp 170.900.000. Sebuah angka yang cukup signifikan, dan misal saja di tiap-tiap Kodim se -Indonesia yang di tahun 2016 ini ditunjuk untuk melaksanakan TMMD Reguler, juga terjadi penghematan dana minimal mendekati dengan apa yang terjadi di Kodim Klaten, berapa penghematan biaya pelaksanaan pembangunan proyek melalui program TMMD di setiap tahunnya.

Sebagai catatan, di wilayah Kodam IV Diponegoro saja, di tahun 2016 ini ada empat Kodim yang mendapat “sampur” melaksanakan TMMD Reguler tersebut. Masing-masing Kodim 0712 Tegal, Kodim Kebumen, Kodim 0716 Demak dan Kodim 0723/Klaten.

Kualitas Kebersamaan

Sementara dari sisi pembiayaan terjadi penghematan dana, yang perlu dicermati adalah sejauh mana efek dampak positif membekas dan terpatri ditengah-tengah masyarakat Desa Panggang (desa sasaran TMMD Kodim Klaten), pasca TMMD. Untuk mengevaluasi persoalan ini tentu perlu melihat jenis proyek atau sasaran fisik di TMMD Kodim Klaten. Dari pemaparan Dandim Klaten, Letkol Inf Bayu Jagat, ada sejumlah sasaran fisik di TMMD Reguler komandonya, yakni betonisasi jalan sepanjang 1.596 Meter, L 3 Meter, dan ketebalannya 0,1 Meter (Selesai 100 %).

Selain itu, juga dilakukan rehab rumah sebanyak 10 Unit (selesai 100 %), pembuatan jamban keluarga sebanyak 8 unit ( Selesai 100 %), rRehab Rumah Ibadah 1 Unit (Selesai 100 %). Dari sasaran fisik itu ternyata ada over prestasi, yakni berupa betonisasi Jalan dengan panjang 180 Meter, Lebar 3 Meter , dengan ketebalan 0.1 Meter (selesai 100 % ). Over prestasi fisik lainnya, ungkap Dandim Bayu Jagat, adalah pembuatan 2 gorong-gorong sepanjang 9 Meter, Lebar 1 Meter, rehab R umah Tidak Layak Huni (RTLH) 1 unit dan pembuatan jamban di rumah warga sebanyak 4 Unit. Dari gambaran sasaran fisik tersebut, bisa diketahui sejauh mana manfaatnya bagi masyarakat. Misalnya, di betonisasi jalan akan meningkatkan perekonomian warga masyarakat desa setempat, disamping jalan tersebut praktis bisa membuka akses jalur evakuasi baru di desa Panggang apabila terjadi bencana alam Gunung Merapi.

Sedangkan di sasaran fisik rehab RLTH tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Panggang, sementara pembuatan jamban selain meningkatkan kesejahteraan juga menciptakan pola hidup sehat bagi warga setempat. Satu lagi dampak positif yang terpatri pada masyarakat di Desa Panggang adalah, tumbuhnya semangat kegotong royongan di tengah-tengah masyarakat yang oleh sejumlah tokoh masyarakat dirasakan sudah mulai pudar. Meningkatnya semangat kegotongroyongan sekaligus dalam rangka menjaga kesatuan dan Persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, akibat semua proyek fisik di TMMD Kodim Klaten dikerjakan bersama- sama antara prajurit TNI bersama warga masyarakat . Belum dintunjang, bahwa selama pelaksanaan TMMD , prajurit Satgas TMMD tinggal di rumah-rumah warga, sehingga rasa kebersamaan, saudara sepenanggungan muncul dengan sendirinya.

Mengenai dampak positif dari pelaksaan TMMD Kodim Klaten tersebut juga tidak ditampik oleh Kades Panggang, Kecamatan Kemalang, Nandang Nuryanto. Bahwa pasca penutupan TMMMD, 1 juni 2016 lalu, kini dampak positif benar-benar tampak di tengah-tengah masyarakat Panggang. ‘’Saya cuma berharap, semua dampak positif ini tidak cepat pudar. Satu-satunya jalan, pengawasan, bimbingan dari atasan sangat diperlukan baik dari jajaran Kodim Klaten maupun Pemkab Klaten,’’ Kades Nandang Nuryanto. Belum lagi , melalui proyek non fisik tentu akan menambah wawasan, pengetahun bagi warga Desa Panggang.

Dikemukakan Dandim Bayu Jagat, ada sejumlah sasaran kegiatan non fisik berupa penyuluhan dan bhakti sosial. Untuk penyuluhan yang dilaksanakan, diantaranya penyuluhan Wawasan Kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, penyuluhan Kamtibmas dan Bahaya Narkoba. Juga penyuluhan Desk Anti Teror, penyuluhan Kesejahteraan Masyarakat, penanggulangan Bencana Alam, Pertanian dan Perikanan, KB & Kesehatan dan pengobatan gratis.